Cara Pemilihan Material Bangunan Yang Ramah Lingkungan

Cara Pemilihan Material Bangunan Yang Ramah Lingkungan
Maret 6, 2018 CV. Dafa Aliet Mix
Cara Pemilihan Material Bangunan Yang Ramah Lingkungan

Pemilihan Material Bangunan

Tidak bisa dipungkiri bahwa laju pertumbuhan konstruksi saat ini telah memakan sumber daya alam yang tidak sedikit. Maka tak heran bahwa material bangunan harus dipilih dengan seksama, dan  sebisa mungkin mempertimbangkan pengaruhnya terhadap alam. Faktanya, tidak jarang kontsruksi yang ada menimbulkan efek negative terhadap bumi, bahkan sampai masalah sosial ekonomi yang ada di masyarakat.

Pemilihan material bangunan yang tepat akan mampu mengurangi dampak negative dan justru bisa memberikan efek positif baik bagi alam maupun dari sisi sosial-ekonomi. Untuk mewujudkannya, maka harus dimulai dengan langkah pengambilan keputusan yang tepat dalam memilih material bangunan untuk sebuah konstruksi.

Mengenal konsep sustainable pada pemilihan material bangunan

Seperti yang kita tahu bahwa hampir semua material bangunan disediakan oleh alam. Maka sudah  seharusnya kita berhemat dan memilkirkan masa depan bumi ini. Salah satu alasannya ialah suatu  saat sumber daya alam tersebut akan habis jika kita tidak memiliki kesadaran dalam menjaga  dan juga melestarikannya.

Lihat juga Penawaran Harga Plesteran MU

Salah satu solusinya, maka konsep sustainable atau berkelanjutan pelrlu diterapkan. Konsep ini bukan hanya menawarkan pemeliharaan kelestarian alam namun juga mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan manusia khususnya dimasa depan. Intinya, pada konsep ini, pemenuhan kebutuhan masa sekarang dan masa depan menjadi pertimbangan penting, maka disebut dengan “berkelanjutan.”

Tujuan dari pelaksanaan konsep ini ialah:

  • Meminimalkan penggunaan bahan dan energi alam
  • Mencegah adanya efek negative pada lingkungan
  • Mampu memenuhi keutuhan manusia

Pada dasarnya, konsep ini menekankan pada kesadaran menjaga lingkungan. Maka dari itu, material bangunan yang sustainable memprioritaskan pemilihan material bangunan yang memperhatikan kualitas lingkungan, memberikan keuntungan secara ekonomi, kemudahan operasional bangunan, dan juga dekonstruksi lingkungan.

Pemilihan material bangunan ramah lingkungan

Sebelum dimulainya pelaksanaan konstruksi, maka pemilihan material bangunan menjadi suatu keputusan yang penting, bukan hanya mempengaruhi kualitas bangunan namun juga bisa menimbulkan efek tersendiri pada lingkungan, baik positif maupun negatif.

Berkaitan dengan pemilihan material bangunan yang ramah lingkungan, berikut ini ada beberapa faktor yang dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan tersebut:

  • Memperhatikan sampah atau buangan material bangunan pada saat pemakaian
    Daripada penghancuran bangunan, maka metode pemakaian ulang bangunan dan juga penataan kembali bangunan bisa menjadi ssalah satu solusi terbaik dalam menghemat sumber daya alam. Untuk mewujudkannya, maka perancangan dimulai dengan pemilihan material bangunan yang terbaik. Perlu dilihat seberapa besar potensi sampah yang akan dihasilkan dari proses konstruksi.
    Beberapa tahapan untuk mendukung langkah ini ialah: mengatasi masalah yang bisa muncul (pengumpulan material, dan juga penyimpanan material daur ulang).
    Sebuah konstruksi juga memungkinkan untuk memiliki material bangunan buangan yang banyak sekali. Beberapa diantarnya ialah: asal, kayu, batu, aspal, beton, baja, dan juga paper products. Maka dari itulah, pemakaian bahan yang lama untuk dipakai kembali akan lebih ekonomis dan menghemat sumber daya alam.

    Lihat harga harga ready mix untuk pengecoran

  • Material bangunan dapat dipakai kembali
    Dalam proses konstruksi, diutamakan untuk memakai  material bangunan yang dapat dipakai kembali. Setiap desain atau perancangan perlu memikirkan kembali cara pemakaian bahan bangunan untuk mengurangi material buangan yang dihasilkan.Beberapa bahan bangunan yang dpat dipakai kembali adalah:
    Rangka baja, gypsum, beton bertulang, panel plafon, dan beberapa material bangunan lainnya.
  • Energi yang diwujudkan
    Energi yang diwujudkan berarti metoda yang memperhitungkan seluruh energi beserta biaya yang dibutuhkan untuk proses memproduksi material bangunan untuk konstruksi. Penghitungannya dimulai dari proses produksi material, proses fabrikasi, pengepakan, distribusi ke lokasi konstruksi, hingga  proses memasangannya pada konstruksi.
  • Proses produski material
    Pengaruh produksi material bangunan ini akan terlihat efeknya terhadap lingkungan. Jika produk yang dihasilkan berbahaya maka akan menimbulkan sejumlah permasalahan, seperti polusi terhadap air, udara dan juga tanah.

Bagi produsen material bangunan, saat ini telah banyak yang memikirkan teknologi yang memungkinkan pengurangan efek negatif proses produksi material bangunan terhadap lingkungan.

Prioritas pemilihan Material bangunan dari alam

Material  bangunan alamiah ialah material yang berasal dari alam, seperti: kayu, batu, dan juga tanah. Pemakaian ini banyak diaplikasikan jika kondisi alam di sekitar konstruksi memungkinkan. Jika jarak pengangkutan terlalu jauh, maka akan menguras banyak energi dan pengerjaan menjadi tidak efisien.

Perlu informasi penawaran beton dalam sak-sakan? lihat Harga Beton instan

Salah satu keuntungan menggunakan material bangunan dari alam ialah, tidak adanya unsur racun, atau sedikitnya usnur racun yang ada dibanding dengan bahan fabrikasi. Namun salah satu yang harus dipertimbangakan dalam hal ini ialah kesediaan di alam yang kemungkinan akan terus berkurang.

Namun, untuk unsur keramahan lingkungan, material bangunan yang satu ini memang diprioritaskan karena menggunakan sedikit energi untuk proses produksi. Polusi yang dihasilkan pun juga sedikit hingga lebih ramah lingkungan.

Mempertimbangkan durabilitas dan unsur dari material bangunan

Agar konstruksi bisa berkualitasdan bertahan lama, maka faktor durabilitas dari material bangunan sendiri juga perlu dipertimbangkan. Pasalnya, bangunan yang bagus akan bertahan lama hingga tidak diperlukan proses perkuatan yang menguras biaya dan energi.

Untuk membuat kosntruksi memiliki umur yang panjang ialah diawali dengan pemilihan material bangunan yang memiliki durablitas tinggi. Untuk itu, material bangunan harus melalui analisa sebgaai berikut:

  • Pengaruh material bangunan pada kualitas udara
  • Pengaruh material bangunan pada kualitas air
  • Pegaruh material bangunan pada kualitas tanah
  • Kemungkinan terjadi penurunan potensi ozone
  • Gangguan/polusi pada lokasi konstruksi
  • Faktor kelangkaan

Comments (0)

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*