Material Bangunan

Kapur Dan Pasir Laut Sebagai Pengganti Agregat Halus Untuk Beton

Kapur Dan Pasir Laut Sebagai Pengganti Agregat Halus Untuk Beton

MATERIAL PASIR

Pasir merupakan jenis agregat halus yang digunakan dalam setiap konstruksi. Namun keberadaannya pada beberapa daerah sangatlah terbatas. Maka tak heran bahwa material alternatif digunakan untuk mengganti material pasir. Tentu dengan pertimbangan kualitas yang bisa memenuhi fungsi material tersebut.

Untuk mengganti material pasir, kapur dan pasir laut menjadi alternatif di daerah yang kuantitas pasir sangat terbatas. Dari segi kualitas dan kelayakan,  kedua bahan alternatif di atas masih terus dikaji dan diteliti untuk mengetahui seberapa kompeten keduanya digunakan dalam pembetonan.

Dari segi kualitas beton untuk konstruksi, harus memilih bahan terbaik, termasuk pasir untuk memaksimalkan fungsi beton guna menahan gaya tekan, ketahanan terhadap perubahan cuaca, dan ketahanan terhadap suhu tinggi.

Sebelum kita mengenal material pengganti pasir alam untuk beton, maka terlebih dahulu kita akan mengenal beton  dan standar terbaiknya untuk sebuah konstruksi.

Standar Beton untuk Konstruksi

Beton merupakan  campuran semen, agregat halus dan kasar, serta air. Pemilihan material dipilih tergantung tujuan pembuatan beton untuk konstruksi. Setiap material ditakar dengan perbandingan tertentu hingga dihasilkan beton terbaik dan berkualitas.

Kualitas dan  mutu beton sangat tergantung dari pemilihan bahan dasar beton, bahan tambahan, alat yang digunakan, serta teknik pembuatan beton tersebut.

Pasir sendiri merupakan salah satu bahan dasar untuk beton. Akan tetapi, karena sebab tertentu pasir alam untuk beton harus diganti dengan material lain. Hal ini bisa saja terjadi dengan faktor-faktor tertentu, seperti kelangkaan pasir.

Pasir Laut untuk Beton

Keterbatasan pasir maupun material lain untuk pembetonan bisa terjadi karena kelangkaan di alam, yang menyebabkan harganya menjadi mahal. Untuk beberapa daerah, pasir laut bisa menjadi alternatif material bangunan, meskipun untuk jenis beton tertentu fungsinya kurang maksimal karena butiran pasir laut yang terlalu halus.

Secara fisik, pasir laut tidak berbeda jauh dengan pasir biasa, hanya saja butirannya lebih halus dengan bentuk bulat. Sedangkan jika dilihat dari kandungan kimianya, pasir jenis ini bisa dikatakan merupakan pasir paling jelek karena mengandung garam yang menyerap air dari udara. Akibatnya, pasir ini selalu lembab dan memungkinkan terjadi pengembangan dalam konstruksi. Selain itu,  dengan kondisinya, penggunaan pasir laut juga terbatas, yakni tidak bisa diterapkan untuk beton bertulang karena bisa menyebabkan korosi pada baja tulangan.

Pemilihan pasir laut masih memungkinkan, namun harus memenuhi persyaratan  tertentu dari lembaga terpercaya. Terlebih, kualitas antara pasir laut satu tempat dengan tempat lain bisa berbeda dengan kandungan kimia yang berbeda pula yang akan memberi pengaruh signifikan pada beton yang akan dibuat.

Lihat Penawaran Harga Jayamix

Meskipun pasir laut menjadi alternatif pengganti pasir dalam konstruksi, namun secara kualitas perlu dilakukan kajian lebih lanjut. Terlebih belum ada jaminan akan ketersediaan pasir laut yang berkelanjutan.

Berdasarkan penelitian dari British Code 110:1972, pasir laut yang digunakan untuk pembetonan maksimal memiliki kandungan garam, CaCl sebesar 1% dari total berat semen yang dipakai untuk pembuatan beton.

Kapur Alam untuk Beton

Pasir laut yang bisa digunakan untuk konstruksi di beberapa daerah masih cukup mahal harganya. Hal ini menyebabkan, lahirnya alternatif baru sebagai material pengganti pasir untuk kebutuhan konstruksi, yakni  kapur alam.

Sama halnya dengan pasir laut, kapur alam juga membutuhkan kajian dan penelitian lebih lanjut untuk menentukan kualitasnya untuk diterapkan pada pembetonan. Kajian ilmiah ini penting untuk mengetahui perbandingan mutu struktur beton dengan kapur alam sebagai pengganti pasir.

Kapur alam diperoleh dari galian alam, berwarna kekuningan dengan butiran-butiran yang menyerupai  pasir. Karena bentuk fisiknya ini, kapur alam sudah lama digunakan untuk substitusi parsial agregat halus pada beton.

Kapur alam mengandung kalsium karbonat dimana susunan kimia kapur alam daerah satu berbeda dengan daerah lainnya. Bahkan terkadang, dalam satu tempat galian, susunan kimia batu kapur bisa berbeda.

Saat ini, kajian penggunaan kapur alam sebagai pengganti agregat halus masih butuh penelitian lebih lanjut. Langkah ini tak lepas dari fungsi utama pasir dalam beton yang sangat krusial, sehingga ketika salah memilih bahan subtitusinya, maka dikhawatirkan, kualitas beton jadi tidak maksimal.

Pasir Sebagai Standar Material Beton Terbaik

Bahan subsitusi berupa pasir laut dan kapur alam belum bisa mengalahkan fungsi dan keunggulan dari pasir pada umumnya. Sesuai standar yang telah ditetapkan pasir dipilih sebagai agregat halus terbaik dengan ukuran 0.0625 hingga 2 mm dengan materi pembentuk berupa siikon dioksida.

Spesifikasi pasir yag layak digunakan untuk konstruksi ialah:

  • Terdiri dari butir-butir halus yang tajam serta keras, tidak hancur karena pengaruh cuaca
  • Tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5% dari total berat keringnya.
  • Tidak mengandung bahan organik karena bisa mengurangi kekuatan beton

Pasir yang sesuai standar ini kemudian di campur dengan semen, air, agregat kasar serta bahan tambahan lain untuk hasil beton terbaik dan berkualitas. Maka untuk kualitas beton terbaik, pemilihan bahan yang sesuai standart adalah keputusan yang terbaik, meskipun dibutuhkan usaha lebih untuk pengadaan material tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.