Material Bangunan

Kayu dalam Jenis-Jenis Bangunan Tahan Gempa

Jenis-jenis Bangunan Tahan Gempa

Tidak ada yang dapat menghindar dari gempa yang terjadi pada kehidupan ini, namun sebagai manusia tentunya upaya untuk melakukan perlindungan dan dataya tahan akan bangunan diupayakan sedemikian rupa.

Pada umumnya bangunan agar terhindar dari gempa dengan menciptakan konstruksi dari beton, sehingga material beton bagian dari solusi untuk upaya tersebut

Lihat Penawaran Beton

Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan tingkat risiko gempa cukup tinggi. Hal ini karena kepulauan Indonesia berada di antara empat sistem aktif tektonik, perbatasan lempeng Eurasia, lempengan Indo-Australia, lempeng Filipina dan Lempeng Pasifik. Selain itu, Indonesia adalah termasuk negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang di dunia. Hal ini menyebabkan Negara ini  sangat rentan terhadap gempa bumi juga dan terhadap tsunami.

Pengetahuan tentang gempa sangat penting bagi masyarakat sehingga mampu memahami implikasinya termasuk dalam perancangan jenis-jenis bangunan  tahan gempa untuk mengurangi risiko saat shock menghantam bangunan. Salah satu bahan yang sering digunakan dalam pembangunan rumah tahan gempa adalah kayu. Pada prinsipnya, penggunaan kayu dirancang untuk menjaga kekuatan struktur, selain  itu kayu juga memiliki kemampuan bergerak dengan gempa. Kayu juga mampu  menjaga lapisan atap dan dinding agar tetap pada tempatnya hingga mengurangi kerusakan saat gempa terjadi.

Jenis-jenis bangunan dengan material kayu

Rumah dengan bangunan struktur  kayu adalah rumah dengan sistem rangka  dari bahan kayu. Sering pula disebut dengan rumah kayu, karena fitur rumah ini ialah semua komponen struktur atap, balok dan kolom yang digunakan serta dindingnya terbuat dari kayu. Rumah dengan struktur rangka kayu sebaiknya menggunakan koneksi bergerigi dengan menggunakan kuku minimal 4 buah.

Sebagai standar, panjang puncak yang digunakan minimal 2,5 kali ketebalan kayu. Jika struktur kayu ini dipaksa mengampu beban berat,  seperti bangunan kayu untuk gudang atau garasi, maka sambungan kayu harus diperkuat dan diperketat. Caranya ialah dengan menggunakan baut berdiameter minimal 10 mm. Semua kayu yang digunakan harus kering dan jika perlu disimpan sesuai dengan kebutuhan. Untuk jenis-jenis bangunan dengan bahan kayu, maka strukturnya harus memenuhi syarat sebagai berikut:

  1. Struktur atap
    Komponen utama dari struktur atap adalah kuda-kuda. Pembangunan kuda kayu pada umumnya merupakan bantalan penting disebut juga dengan struktur bantalan atap. Kuda kayu ini adalah balok kayu dengan ukuran tertentu yang dirakit dan dibentuk membentuk segitiga sama sisi yang diposisikan pada rintangan sudut tikungan tertentu.
    Pembangunan atap kayu memiliki sifat yang unik, meski ada juga kendala dalam tradisi pertukangan kayu, ada banyak alasan kenapa kayu merupakan salah satu material yang banyak dipilih untuk berbagai jenis-jenis bangunan saat ini:
    a) Bobotnya ringan, sehingga menentukan beban pada konstruksi atap.
    b) Kekuatannya pada momen traksi, kompresi dan pembengkokan
    c) Harganya hemat dan murah
    d) Pengerjaannya bisa dengan alat sederhana.

    Pada beberapa kondisi, kayu juga memiliki kelemahan. Bebrapa kelemahan kayu sebagai bahan bangunan, antara lain, mudah terbakar, bisa berubah bentuk  baik mengembang, menyusut, bengkok dan pecah karena pengeringan, mudah pula  mengalami pembusukan dan rawan akan serangan hama.

  1. Dinding
    Jenis-jenis bangunan dengan kayu sebagai material  tahan gempa juga bisa diaplikasikan ke dalam dinding. Fungsi dinding ini sebagai partisi spasial, bukan fungsi struktur. Karena itu, pemilihan bahan yang terlalu kuat tidak diperlukan. Meja kayu biasanya digunakan dengan dimensi 2/20 cm. Jika kayu digunakan sebagai dinding, jumlah titik yang digunakan paling sedikit 2 buah.

Penyebab Kerusakan pada Rumah Kayu

Penggunaan kayu dalam struktur rumah dan jenis-jenis bangunan tahan gempa banyak digunakan baik pada struktur dinding, lantai, plafon, rangka atap, kusen jendela dan juga digunakan sebagai pilar dalam struktur rumah panggung. Saat membangun rumah yang baru saja kita selesaikan, mungkin rumah kita akan terlihat kokoh dan menarik, namun sifat kayu dapat dipengaruhi oleh waktu.

Sifat kayu bisa berubah dan mudah rusak akibat serangan rayap, dalam jangka waktu tertentu. Tanpa sepengetahuan kita sruktur rumah kita sudah rusak atau kekuatan sudah tidak bagus lagi. Selain serangga, ada pula factor yang mempengaruhi cepat rusaknya jenis bangunan ini, yakni pemilhan jenis kayu, kondisi lingkungan dan iklim dimana rumah tersebut dibangun.

Secara detail, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kekuatan dan daya tahan kayu yang kita bangun:

  1. Pengaruh waktu
    Kayu sering terekspos dengan  udara terbuka di daerah yang curah hujan dan kelembaban dengan cepat mampu meredam kayu, sehingga kayu akan menyerap air dalam waktu lama. Hal ini akan menyebabkan  kayu mengembang, bengkok, dan sifatnya berubah. Kerusakan lain yang bisa terjadi jika kayu sering terkena air atau pengaruh udara yang terlalu basah adalah terjadinya pembusukan atau kayu bisa menjadi usang.
  1. Serangan hewan
    Salah satu factor cepat rusaknya jenis-jenis bangunan tahan gempa dari kayu adalah serangan hemwa, lebih tepatnya serangga. Hewan yang sering menyerang bangunan rumah kayu adalah rayap, tikus, dan kumbang pengerat. Rayap adalah hewan yang hidup dalam komunitas besar yang menyukai tempat yang basah dan gelap. Bentuknya yang kecil, seringkali tidak kita memperhatikan bahwa hewan ini telah merusak rumah kita.
    Seseorang sulit menyadari bahwa kayu telah rusak karena rayap kecuali kayu tersebut telah berongga. Begitu pula tikus pengerat, hewan yang sering menjengkelkan, dimana tikus ini akan memotong kayu sampai berlubang dan membuat kayu rusak.
  1. Pengaruh beban.
    Pemuatan kayu yang tidak tepat akan menyebabkan pecahnya lengkungan kayu. Penempatan beban berat di lantai tidak dapat menyebabkan kerusakan langsung, namun serat kayu akan tertarik jika bebannya lebih berat.
    Jika dipengaruhi oleh unsur eksternal seperti kelembaban, kekuatan kayu akan menurun dengan cepat sampai kayu tersebut lebih cepat rapuh.
    Ukuran kayu untuk menunjang beban harus dihitung dengan benar, khususnya  untuk balok dan teralis kuda serta rangka atap. Karena sifat dari kayu muda, kayu dengan cepat membungkuk sampai pecah dengan cepat jika ukuran kayu tidak mampu menahan beban terlalu besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.