Material Bangunan

Mengenal Konstruksi Plat Lantai Double Wire Mesh dan Half Slab

Mengenal Konstruksi Plat Lantai Double Wire Mesh dan Half Slab

Perbandingan Konstruksi Plat Lantai Sistem Double Wire Mesh dengan Half Slab

Wire mesh merupakan salah satu material untuk plat lantai. Plat lantai sendiri diaplikasikan pada bangunan dua lantai atau lebih. Seiring dengan perkembangan teknologi konstruksi, maka ada tuntutan pengerjaan yang harus lebih singkat dan efisien baik tenaga, waktu, dan biaya.

Wiremesh sendiri merupakan bagian dari komponen penulangan pada struktur konstruksi pengecoran: Lihat harga beton cor bagi anda yang perlu informasi dan rinciannya

Karena hal tersebut di atas, maka dalam pembangunan rumah, terjadi perkembangan struktur yang berbeda dari sebelumnya, khususnya dalam struktur plat lantai. Mengikuti perkembangan jaman yang ada, kini pengerjaannya bisa dilakukan dengan dua metode, yaitu dengan double wiremesh dan juga half slab.

Jika dulu metode yang sering digunakan ialah dengan bekisting multiplek dengan wiremesh, maka metode half slab termasuk metode baru, yakni dengan mengubah bekisting menjadi precast, namun tetap menambah wire mesh pada bagian atas.

Masing-masing memiliki prosedur, biaya, dan juga waktu pengerjaan yang berbeda. Pemililhan aplikasinya ialah didasarkan pada tujuan pembangunan rumah, lama waktu pengerjaan yang memungkikan, serta budget yang disediakan untuk realisasi kosntruksi.

Berikut ini akan dijelaskan perbedaan mendasar antara dua metode konstruksi plat lantai di atas:

Metode double wire mesh untuk plat lantai

Sebelumnya, kita perlu tahu terlebih dahulu, “apakah yang dimaksud dengan wire mesh?”.

Wire mesh ialah besi dari hasil fabrikasi yang memiliki tegangan leleh tinggi. Komponen pembentuk wire mesh, yakni dua lapis kawat baja yang disusun saling silang dan tegak lurus. Pada titik persilangan ini, dilakukan pengelasan hingga menghasilkan penampang homogen yang luas dan konsisten.

Untuk pengerjaan pengecoran  plat lantai dengan metode double wiremesh, prosedur kerjanya meliputi:

  1. Pasang dan bongkar steger
  2. Pasang dan bongkar bekisting plat lantai
  3. Pekerjaan pembesian, yakni menggelar lembar wire mesh, dengan pembuatan besi pengikat dan cakar ayam
  4. Pengecoran lantai dasar yang berhubungan dengan tanah pada bagian bawahnya.
  5. Pekerjaan beton ready mix dan beton decking
  6. Penuangan beton cor
  7. Perataan beton cor

Alat yang digunakan dalam pengecoran meliputi: (a) vibrator (alat untuk mengaduk semen dan batu split agar bisa sampai pada bagian beksiting paling bawah, digerakkan dengan mesin genset), (b) concrete pump (mesin untuk memompa adukan semen dari mixture truck ke lokasi dimana beton cor akan dituangkan).

Setelah proses pengecoran selesai, selanjutnya pelaksanaan kerja plat lantai, dengan cara:

  1. Pembuatan bekisting dan pembesian untuk membuat dudukan besi plat lantai yang dibuat sedemikian rupa sesuai dengan elevasi lantai.
  1. Pengerjaan wire mesh dengan penggelaran perakitan besi yang digunakan sebagai plat lantai.
  1. Pengecoran adukan beton ke atas besi beton
  1. Pembongkaran bekisting plat lantai sesuai dengan ketetapan waktu yang telah direncanakan yaitu antara 7 hingga 21 hari. Jika adukan cor ditambahkan admixture untuk mepercepat pengringan, maka pembongkaran bisa dilakukan lebih cepat

Perbandingan Konstruksi Plat Lantai Sistem Double Wire Mesh dengan Half Slab

Dari segala proses di atas, maka dapat disimpulkan bahwa besaran biaya yang dikelurkan untuk pembuatan plat lantai double wire mesh ialah: upah pekerjaan kayu, pembesian, beton cor, beton B0 pengadaan atau sewa vibrator, upah untuk pekerjaan cor,dan pengadaan concrete pump.

Metode Half Slab untuk Plat Lantai

Pengerjaan plat lantai dengan metode half slab menggunakan beton pracetak dengan ketebalan tertentu. Metode ini tetap menggunakan wire mesh pada bagian atasnya untuk struktur plat lantai. Dengan penggunaan beton precast, maka keuntungan yang didapat salah satunya ialah waktu pengerjaan yang lebih cepat hingga bisa menghemat SDM dan energi yang dihabiskan.

Dari segi pembiayaan, metode half slab ini akan terurai menjadi beberapa elemen utama, yaitu biaya material, transportasi, penyimpanan material, upah pekerja, dan biaya kerusakan material (jika terjadi).

Sedangkan dari segi pelaksanaan kerjanya sendiri, metode half slab dengan wiremesh pada bagian atasnya akan terurai ke dalam beberapa poin kerja:

  1. Pekerjaan scaffolding yang dikerjakan di awal konstruksi plat lantai pada rumah
  2. Pengerjaan precast yang butuh waktu tertentu untuk hasil beton terbaik dan berkualitas.
  3. Pekerjaan wiremesh dengan memasangnya pada bagian atas.
  4. Pengecoran beton yang dituangkan untuk membentuk plat lantai yang kuat
  5. Pembongkaran scaffolding setelah pengecoran selesai dan kering sempurna

Untuk hasil terbaik, waktu tunggu untuk pengecoran half slab adalah sama dengan pengecoran pada umumnya. Setelah scaffolding dilepas bisa segera diganti dengan reshoring yang terdiri dari satu tiang penyangga hingga memungkinkan pekerja tetap melakukan aktivitas di lantai dua tanpa menunggu beton mencapai mutu sempurna. Setelah 28 hari, reshoring baru bisa dilepas.

Untuk peralatan yang dibutuhkan tidak jauh berbeda dengan pembuatan plat lantai metode double wire mesh: support pipe, beton precast, wiremesh, beton cor, mesin vibrator, dan bekisting.

Setelah mengetahui kedua metode di atas, yakni double wire mesh dan juga half slab, dapat disimpukan bahwa pengerjaan plat lantai bisa dilakukan dengan beberapa pertimbangan. Untuk pengerjaan yang butuh waktu cepat, maka metode half slab bisa digunakan.

Meskipun dari sisi biaya, akan sedikit lebih besar dibanding dengan double wire mesh. Sedangkan dari sisi ketahanannya hampir sama, asalkan menggunakan beton berkualitas saat pengecoran dengan  struktur terbaik untuk plat lantai tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.