Material Bangunan

Penggunaan Batu Split Karang pada Pembuatan Beton

Penggunaan Batu Split Karang pada Pembuatan Beton

Penggunaan Batu Split Karang pada Pembuatan Beton

Beton diperlukan untuk semua jenis konstruksi, baik untuk rumah, gedung perkantoran, jalan, hingga jembatan. Basis utama pembuatan beton ialah semen, agregat kasar, halus, dan air. Terkadang, karena suatu kondisi, semua bahan tidak bisa terpenuhi, jika hal tersebut terjadi, maka langkah alternatifnya ialah mencari material pengganti.

Lihat juga : penawaran bagi anda yang memerlukan informasi  harga beton cor

Batu split karang sendiri merupakan material pengganti untuk material agregat kasar. Bahan ini dimungkinkan digunakan ketika agregat kasar tidak mudah didapat di sekitar lokasi konstruksi.

Faktor alam dan kelangkaan kadang yang membuat material pengganti sangat dibutuhkan keberadaannya. Misalkan karena jarak transportasi yang terlalu jauh dengan armada tertentu. Bisa juga karena harganya sangat mahal hingga tidak terjangkau.

Peran agregat pada pembetonan

Agregat kasar maupun halus memiliki peran yang sangat penting dalam pembetonan. Salah satunya ialah mempengaruhi nilai tekan beton. Untuk memaksimalkan  fungsi tersebut, maka campuran haruslah sempurna dengan kombinasi bahan lain, yakni semen dan admixture, yang diproses dengan cara dan teknik tertentu.

Mengingat fungsinya yang krusial tersebut, maka tak heran jika agregat kasar perlu dipilih dari bahan terbaik, seperti kerikil yang umum digunakan untuk pembetonan konstruksi yang membuat bangunan bisa kokoh untuk menahan beban yang ada.

JIka bahan tersebut tidak bisa terpenuhi, maka material seperti batu split karang bisa jadi salah satu alternatif penggantinya. Fungsinya ialah mengganti agregat kasar berupa kerikil  yang dipakai sebagai pengisi atau pengkurus bersamaan dengan bahan perekat. Campuran akhirnya membentuk massa yang keras. Ketika bahan-bahan ini sudah menyatu sempurna, barulah disebut adukan beton.

Batu split karang nanti pada  aplikasi pembuatan beton juga akan mengisi adonan beton yang kuantitasnya tidak kurang dari 65 hingga 75 persen dari volume  beton yang dihasilkan. Maka dari itulah, agregat harus dipilih sebaik mungkin baik kuantitas  maupun kualitasnya.

Batu split karang sebagai agregat kasar pada beton

Jika biasanya agregat kasar berupa kerikil yang digunakan untuk pembetonan, maka sebagai alternatif, batu split karang yang dipecah bisa dimanfaatkan. Ukurannya harus sesuai dengan standar, maka sebelum diaplikasikan pada pembetonan harus melalui proses pemecehan terlebih dahulu. Proses  ini bisa dengan teknologi khusus yang memungkinkan pemecahan konsisten dan cepat prosesnya.

Layaknya kerikil, agregat kasar berupa batu split karang ini juga harus dalam keadaan bersih sebelum digunakan dalam pembetonan. Hilangkan kandungan pasir laut, lumpur, minyak, oli, atau material organik lain yang kemungkinan menempel pada karang. Jika material tersebut tidak dihilangkan maka beton yang dihasilkan kurang maksimal kekuatannya. 

Karakter batu split karang untuk pembuatan beton

Batu split karang dari satu tempat dengan tempat lain bisa jadi mengandung mineral yang berbeda. Maka dari itulah sebelum digunakan untuk proses pembuatan beton, maka batu split harus melalui pengujian dan penelitian terlebih dahulu.

Pemeriksaan kualitas dan standarisasi batu split karang yang akan dipakai sebagai agregat kasar beton ini bisa dilakukan di Balai Konstruksi beton dan Bahan Bangunan. Pemeriksaan meliputi:

  • Gradasi karang yang sangat penting dalam penentuan standar agregat kasar.
  • Rongga-rongga pada batu split karang juga mempengaruhi kemampuan penyerapannya terhadap air sehingga perlu dilakukan uji lebih lanjut untuk menentukan kualitasnya.
  • Pengujian kadar lumpur harus sesuai standarisasi SNI S-04-1989-F. Agregat normal yang digunakan untuk proses pembetonan yang diijinkan ialah 5% khusus pada agregat halus. Sementara untuk agregat kasar, kadar lumpur yang diijinkan maksimal1% saja. Lumpur yang meleibihi standar yang ada bisa menghalangi perekatan semen dengan material lain.

Maka, dalam pemilihan batu split karang sebagai pengganti agregat kasar, pemeriksaan uji kadar lumpur wajib dilakukan agar hidrasi semen bisa maksimal pada beton yang dibuat.

  • Batu split karang harus melalui proses pengeringan untuk memaksimalkan fungsinya. Langkah ini dilakukan setelah proses pencucian batu split Setidaknya pengeringan ini dilakukan hingga 3 hari untuk hasil terbaik.

Dengan memanfaatkan potensi daerah masing-masing maka masalah kebutuhan material konstruksi bisa terpecahkan dan pembangunan bisa dilaksanakan tanpa masalah keterbatasan material bangunan yang selama ini menjadi kendala utama. Terlebih untuk daerah yang transportasinya sulit dijangkau, sehingga distribusi bahan bangunan menjadi mahal dan memakan waktu lama untuk perjalanannya.

Lihat juga : penawaran bagi anda yang memerlukan informasi beton setengah dari truk mixer lihat pada harga beton minimix

Apabila batu split karang yang ada di suatu daerah sesuai standar, maka bisa diaplikasikan untuk pembetonan sebagai substitusi agregat kasar. Hal ini bisa mendatangkan keuntungan secara ekonomis bagi suatu daerah.

Kalau setiap daerah sudah menemukan potensi yang bisa dkembangkan, khususnya sumber daya alam alternatif sebagai substitusi material bangunan, percepatan pembangunan akan bisa terlaksana.

Khusus untuk batu split karang sebagai pengganti agregat kasar, pemlilihannya harus selektif. Jika karang dari suatu daerah sudah diuji dan lolos, belum tentu karang di daerah lain juga akan lolos. Maka pengujian harus dilakukan pada setiap daerah yang ingin memaksimalkan potensi ini.

Pengambilan batu split karang juga harus memperhatikan faktor keselarasan lingkungan. Penggunaan batu split ini harus mempertimbangkan kondisi alam yang ada. Yang perlu ditekankan ialah jangan sampai merusak lingkungan demi mempercepat pembangunan yang ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.